Religious Moderation as a New Paradigm in Islamic Education: Strategies for Countering Social Polarization in the Digital and Post-Truth Era

Authors

  • Nabilla Rizki Syawali Sultan Syarif Kasim State Islamic University Riau, Indonesia
  • Muti'a Sultan Syarif Kasim State Islamic University Riau, Indonesia
  • Herlini Puspika Sari Sultan Syarif Kasim State Islamic University Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.406

Keywords:

Digital Era, Islamic Education, Polarization, Post-Truth, Religious Moderation

Abstract

The digital age and the phenomenon of post-truth have created new challenges for Islamic education, where it is becoming increasingly difficult to control the distortion of religious narratives and social polarization in cyberspace. The crisis of religious authority and the spread of misinformation demand a new paradigm in the educational system. This study aims to analyze the relevance of religious moderation as a new basis for Islamic education in order to combat strategies of social segregation in an era of disruption.

The research method used is a qualitative documentary study, with critical analysis of various academic publications, government policies, and contemporary social phenomena. The results indicate that strengthening religious moderation as an educational paradigm requires three main teaching strategies. First, integrating the values ​​of wasatiyah (religious authority) through positive learning methodologies and active dialogue to develop students' critical thinking against extremist narratives. Second, introducing digital literacy based on prophetic values ​​and the ethics of Islamic communication (qalamun ma’rufan) as a filter for information on social networks. Third, to strengthen an inclusive educational ecosystem through collaboration between educational institutions, families, and communities. This study concludes that establishing religious moderation as a new paradigm is not only a preventive measure but also an important pedagogical transformation for creating a tolerant and digitally literate society capable of maintaining national stability amidst the complexities of the post-truth era.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Z. (2023). Ekosistem pendidikan moderat: Kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Anwar, M. S. (2024). Manajemen konflik dan strategi inklusivitas di lembaga pendidikan Islam. Jurnal Administrasi Pendidikan Islam, 6(1), 45-58.

Arif, M., dkk. (2025). Epistemologi moderasi beragama: Sinergi kecerdasan spiritual dan sosial di era global. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 10(2),112-130.

Assingkily, M. S. (2021). Metode penelitian kepustakaan: Analisis tekstual dalam studi Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Fahri, M., & Zainuri, A. (2024). Metodologi joyful learning dan dialog aktif dalam penanaman nilai wasathiyah. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 12(1), 88-102.

Fahrudi, A. (2021). Pertahanan budaya dan spiritual melalui pendidikan Islam inklusif. Jurnal Sosiologi Agama, 15(2), 175-190.

Fakhri, J. (2022). Teknik dokumentasi digital dan pemanfaatan database akademik dalam library research. Jurnal Metodologi Penelitian, 4(3), 201-215.

Habibi, M. (2024). Dampak polarisasi sosial terhadap kualitas demokrasi dan stabilitas nasional. Jurnal Politik dan Keamanan, 9(1), 30-45.

Hanafi, dkk. (2020). Internalisasi nilai toleransi dan kemanusiaan pada institusi pendidikan Islam. Jurnal Karakter dan Kebangsaan, 7(2), 150-165.

Hidayat, A. (2021). Distorsi narasi keagamaan dan fenomena post-truth di media digital. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 12-28.

Hidayat, S., & Aziz, F. (2024). Strategi ofensif konten kreatif dalam melawan narasi radikal di ruang siber. Jurnal Media dan Dakwah, 8(2), 210-225.

Latif, H., & Anwar, K. (2024). Indonesia sebagai laboratorium perdamaian dunia: Studi moderasi beragama. Jurnal Studi Global, 13(1), 55-72.

Lestari, P. (2024). Tabayyun digital: Komplementer kurikulum pendidikan agama di era disrupsi. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 5(2), 134-148.

Ma'arif, S. (2021). Politisasi identitas dan hilangnya ruang dialog inklusif di media sosial. Jurnal Sosiologi Agama, 15(1), 40-55.

Mahrus, dkk. (2021). Literasi digital berbasis nilai profetik sebagai filter informasi. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 9(3), 198-212.

Misrawi, Z. (2020). Moderasi Islam Nusantara: Melawan radikalisme dengan kearifan lokal. Jakarta: Kompas Penerbit Buku.

Muhtar, T., & Susanto, A. (2023). Kesiapan guru dalam integrasi moderasi beragama pada materi ajar. Jurnal Pendidikan Guru, 11(2), 170-185.

Mustari, M. (2023). Analisis data kualitatif: Prosedur dan teknik reduksi dalam riset pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nafiah, U. (2023). Mediatisasi agama dan munculnya fenomena agama instan di media sosial. Jurnal Riset Keagamaan, 17(1), 22-38.

Nasution, R. (2021). Problem-based learning sebagai strategi membangun berpikir kritis siswa. Jurnal Pedagogik Islam, 8(4), 310-325.

Nurhadi, M. (2022). Peran pendidik dalam mengarahkan algoritma digital siswa ke konten moderat. Jurnal Literasi Digital, 6(2), 142-156.

Prasetyo, D. (2026). Konsistensi kebijakan moderasi beragama dalam menjaga kedaulatan digital. Jurnal Hukum dan Pendidikan, 14(1), 15-29.

Pratama, B. (2023). Dikotomi keilmuan dan gagapnya pendidikan agama merespons isu sosial-politik. Jurnal Integrasi Ilmu, 7(1), 80-95.

Rahmawati, I. (2022). Keterbatasan kompetensi digital guru sebagai agen moderasi beragama. Jurnal Kepemimpinan Instruksional, 5(3), 205-218.

Saputra, W. (2021). Krisis otoritas keagamaan dan pergeseran rujukan ilmu di era digital. Jurnal Teologi Kontemporer, 12(2), 160-174.

Sholeh, M. (2023). Kalamun ma'rufan: Etika komunikasi islam dalam menangkal hoaks. Jurnal Etika dan Budaya, 10(1), 44-59.

Subchi, dkk. (2022). Muwathanah dan identitas muslim moderat dalam stabilitas nasional. Jurnal Harmoni Sosial, 9(2), 120-135.

Sutrisno, E. (2021). Aktualisasi nilai wasathiyah dalam rekonstruksi kurikulum pendidikan Islam. Jurnal Studi Islam, 18(1), 35-50.

Suwardi, K. (2024). Uji keabsahan data: Triangulasi dan validasi dalam penelitian sosiologi agama. Surabaya: Bina Ilmu.

Wijaya, T. (2022). Strategi penguatan moderasi beragama untuk menangkal polarisasi sosial. Jurnal Paradigma Pendidikan, 4(2), 101-115.

Zahra, L. (2025). Akses referensi otoritatif melalui integrasi teknologi dalam pendidikan Islam. Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 11(1), 77-90.

Zulkifli, M. (2022). Deteksi infiltrasi radikalisme hibrida di lembaga pendidikan. Jurnal Keamanan Nasional, 8(3), 245-260.

Published

01-06-2026

How to Cite

Rizki Syawali, N., Muti’a, M., & Puspika Sari, H. (2026). Religious Moderation as a New Paradigm in Islamic Education: Strategies for Countering Social Polarization in the Digital and Post-Truth Era. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 232–241. https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.406

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>