Rasionalisasi pendidikan Islam di Era disrupsi: Analisis stratifikasi status sosial dan ketimpangan akses dalam perspektif Max weber

Penulis

  • Muhammad Zakki Musyafa Universitas Islam Negeri K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Nur Khasanah Universitas Islam Negeri K. H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64677/ppai.v2i2.190

Kata Kunci:

Rasionalisasi weber, Kandang besi digital, Stratifikasi status sosial, Pendidikan Islam, Ketidaksetaraan akses

Abstrak

Akselerasi teknologi telah melahirkan Era Disrupsi yang ditandai dengan dominasi Rasionalitas Instrumental (Zweckrationalität) di semua sektor. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pergeseran fungsi sosial Pendidikan Islam di tengah tuntutan efisiensi digital memengaruhi stratifikasi status sosial dan ketidaksetaraan akses. Menggunakan studi literatur komparatif dengan pisau analisis rasionalisasi Max Weber (melalui interpretasi Talcott Parsons), penelitian ini menemukan bahwa fungsi Pendidikan Islam bergeser dari transmisi nilai substantif ke fungsi kompetensi fungsional yang didorong oleh birokratisasi digital dan komersialisasi. Secara struktural, Rasionalisasi ini menciptakan ‘Kandang Besi’ digital yang memicu De-Magifikasi (Disenchantment) dan menghasilkan ketidaksetaraan akses masif. Kesimpulannya, Pendidikan Islam berisiko menjadi agen stratifikasi kelas alih-alih agen integrasi sosial. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan keseimbangan antara Rasionalitas Instrumental dan Rasionalitas Nilai demi mencapai keadilan akses dan etika digital.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ahmad, N., & Khalid, M. U. (2024). Digitalization of Religious (Islamic) Education: Bridging Tradition and Innovation for Global Learning. ĪQĀN, 6(2), 1-14.

Rohili, T., Andree Tiono, K., Arizal, E. P., Iswanto, I., Sukawati, S., Dian Eka, P., ... & Sarohmad, S. INOVASI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI BERBAGAI JENJANG PENDIDIKAN.

Freire, P. (2020). Pedagogy of the oppressed. In Toward a sociology of education (pp. 374-386). Routledge.

Hidayat, A., Hadi, S., & Marlin, S. (2021). Strategi Pendidikan Islam di Era Disrupsi. Misykat Al-Anwar, 4(2), 215-234.

Kemendikdasmen. (2024). Kebijakan pengembangan literasi digital dan integrasi AI dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Noprijon, N., Rasdiany, A. N., Zulfa, M. Y., Sameto, M. B., & Yusriandi, Y. (2024). The Digitalization of Islamic Education and Its Impact on Improving Students' Religious Literacy. Ahlussunnah: Journal of Islamic Education, 3(2), 93-100.

Nugraha, M. S., Mudriansah, A. S., Alih, D., Widianengsih, R., & Aisyah, Y. S. (2025). Strategi Adaptasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Islam di Era Disrupsi Digital. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, Dan Inovasi, 5(3).

Schweitzer, F. (2007). Religious individualization: New challenges to education for tolerance. British Journal of Religious Education, 29(1), 89-100.

Sukmawati, E. (2023). Pembentukan akhlak peserta didik di era disrupsi berbasis pendidikan agama Islam. Journal of Education Research, 4(4), 2250-2257.

Takim, S., Adam, A., Umasugi, M., & Yakseb, A. (2025). Transformasi Pendidikan Islam dalam Menghadapi Era Disrupsi Sosial: Studi pada STAI Babussalam Sula. JUANGA: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 15-33.

Weber, M. (2019). Sosiologi agama (Y. Santoso, Penerj.; S. Sumarno, Ed.). Yogyakarta: IRCiSoD.

Widiastuty, H., Hilmy, M., & Erawati, D. (2025). RECONSTRUCTING RATIONALIZATION IN ISLAMIC EDUCATION: A Systematic Literature Review of Max Weber's Bureaucracy Theory. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 14(02), 379-400.

Unduhan

Diterbitkan

30-11-2025

Cara Mengutip

Musyafa, M. Z., & Khasanah , N. (2025). Rasionalisasi pendidikan Islam di Era disrupsi: Analisis stratifikasi status sosial dan ketimpangan akses dalam perspektif Max weber. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2). https://doi.org/10.64677/ppai.v2i2.190

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>