Dari Tauhid Ritualistik ke Tauhid Emansipatoris: Rekonstruksi Teologi Islam Transformatif Berbasis Tazkiyatun Nafs dalam mengatasi Disjungsi Spiritualitas dan Realitas Sosial
DOI:
https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.437Kata Kunci:
Teologi transformatif, Tauhid emansipatoris, Tazkiyatun nafs, Transformasi sosial, Tasawuf, Etika IslamAbstrak
Artikel ini berangkat dari krisis akademik berupa disjungsi antara teologi Islam yang normatif-ritualistik dengan realitas sosial yang sarat ketimpangan, konflik, dan pragmatisme. Meskipun teologi memiliki potensi transformatif, praktik keberagamaan masyarakat masih cenderung individualistik dan kurang berdaya dalam merespons problem sosial, politik, dan ekonomi. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada minimnya integrasi antara teologi, tasawuf—khususnya tazkiyatun nafs—dan praksis sosial dalam kerangka yang sistematis dan emansipatoris. Studi ini menggunakan pendekatan teoritis tazkiyatun nafs transformatif berbasis tauhid emansipatoris, yang memposisikan purifikasi diri sebagai fondasi perubahan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-konseptual melalui studi pustaka dengan analisis filosofis, teologis, dan hermeneutik. Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa rekonstruksi teologi Islam harus bergeser dari tauhid ritualistik menuju tauhid emansipatoris yang mengintegrasikan dimensi spiritual, etis, dan praksis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tazkiyatun nafs dapat ditransformasikan dari praksis individual menjadi paradigma sosial yang membentuk kesadaran kolektif menuju keadilan. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada formulasi model integratif teologi–tasawuf–transformasi sosial sebagai paradigma baru dalam studi Islam kontemporer.
Unduhan
Referensi
Anbiya, A. Z. (2023b). Tazkiyatun Nafs dalam Mengembalikan Fitrah Manusia Modern. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 7(1), 133–148. https://doi.org/10.29240/jbk.v7i1.5130
Apriliani, B. D., & Arifin, S. (2025). Membentuk Insan Kamil Melalui Tazkiyatun Nafs (Tinjauan Psikoterapi Islam). Syi’ar: Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan Dan Bimbingan Masyarakat Islam, 8(2), 122–131. https://doi.org/10.37567/syiar.v8i2.3981
Azmi, D. T., Azzizah, S. N., & Ikrimah, D. (2025). Character Formation Model in Islamic Education: A Comparative Study of Hamka’s and Said Nursi’s Concept of Tazkiyatun Nafs. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS). https://doi.org/10.20885/ijiis.vol8.iss2.art6
Fathan, A. A. S., Rohim, F., & Fathan, Z. R. (2025). Sufi Spiritual Values in the Qur’an: A Thematic Exploration of Tazkiyah al-Nafs : Syaikhuna: Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam, 16(02), 358–377. https://doi.org/10.62730/syaikhuna.v16i02.7694
Hasyim, M. (2024). Pendidikan Karakter Holistik di Era Disrupsi: Mengintegrasikan Konsep Tazkiyatun Nafs Imam Al-Ghazali. Urwatul Wutsqo, 11(1), 113–120. https://doi.org/10.54437/urwatulwutsqo.v11i1.1748
Journal.iaidalampung.ac.id/index.php/jshi/article/view/447. (t.t.-b). Diambil 1 Mei 2026, dari https://journal.iaidalampung.ac.id/index.php/jshi/article/view/447
Kamaluddin, R. T., Hafidhuddin, D., & Alim, A. (2024a). Tazkiyatun Nafs dalam Al-Qur’an & relevansinya terhadap terapi spiritual pada era disrupsi. Islamic Literature: Journal of Islamic Civilisations, 1(1), 46–72.
Putri, L. A., Samad, D., & Firdaus, F. (2025b). Synthesizing Islamic Educational Philosophy: From Al-Ghazali’s Tazkiyah Nafs to Fazlur Rahman’s Double Movement in Indonesia’s Digital Era. Unisia, 43(2). https://doi.org/10.20885/unisia.vol43.iss2.art25
Sholihuddin, S. (2025a). Konsep Tazkiyatun Nafs dalam Bimbingan Konseling Islam: Pendekatan Spiritual Terhadap Kesehatan Mental. Ahad: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies, 1(3), 120–133. https://doi.org/10.64131/ahad.v1i3.25
Uriawan, W., Tarigan, M. F., Zebua, H. K., Andriansyah, M. N., Sukarya, M., & Haikal, M. R. (2025). E-commerce Transactions in Islam: Fiqh Muamalah on The Validity of Buying and Selling on Digital Platforms (arXiv:2601.02384). arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2601.02384
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Luna Fairuzzahiyah, Maharani Duhita Renata Sani, Hilyah Bariroh, Zajilatur Rohmah, Ali Hasan Siswanto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





