Tauhid Emansipatoris dan Tazkiyatun Nafs Transformatif sebagai paradigma teologis pembebasan: Rekonstruksi konseptual masyarakat tanpa kemiskinan

Penulis

  • Lum’atul Andalusiah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia
  • Elvita Kharimatul Aulia Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia
  • Baiti Nur Zahila Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia
  • Ali Hasan Siswanto Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.441

Kata Kunci:

Tauhid emansipatoris, Tazkiyatun nafs transformatif, Teologi transformatif, Masyarakat tanpa kemiskinan, Tasawuf sosial, Transformasi sosial, Studi Islam kontemporer

Abstrak

Kemiskinan masih menjadi problem multidimensional yang terus bertahan di tengah perkembangan ekonomi global dan modernisasi sosial. Pendekatan pembangunan konvensional yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi terbukti belum mampu mengatasi akar kemiskinan secara struktural dan kultural. Dalam konteks ini, studi kemiskinan dalam kajian Islam masih didominasi oleh pendekatan normatif dan ekonomi, sementara dimensi spiritual-transformatif berbasis teologi dan tasawuf belum dikembangkan secara konseptual sebagai paradigma perubahan sosial. Kesenjangan penelitian ini menunjukkan perlunya rekonstruksi teoretis yang mengintegrasikan spiritualitas Islam dengan transformasi sosial menuju masyarakat tanpa kemiskinan. Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis Tazkiyatun Nafs Transformatif berbasis Tauhid Emansipatoris, yang menempatkan purifikasi diri sebagai basis perubahan sosial dan pembebasan dari struktur kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif konseptual melalui studi kepustakaan dengan analisis kritis-konstruktif terhadap literatur teologi Islam, tasawuf sosial, dan teori perubahan masyarakat. Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa kemiskinan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga krisis spiritual, moral, dan struktural. Oleh karena itu, transformasi menuju masyarakat tanpa kemiskinan harus dimulai dari transformasi kesadaran tauhid yang melahirkan solidaritas sosial, keadilan distribusi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Pendekatan Tazkiyatun Nafs Transformatif menawarkan model integratif antara perubahan individu dan transformasi sosial sebagai strategi menciptakan masyarakat tanpa kemiskinan. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan paradigma baru tauhid emansipatoris, integrasi tasawuf dengan teori perubahan sosial, serta konstruksi konseptual masyarakat tanpa kemiskinan berbasis teologi transformatif yang memperkaya kajian Studi Islam kontemporer

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arif Budiman, N. W. (2024). Tauhid sebagai Epistemologi Ekonomi Islam: Antara Spiritualitas dan Keadilan Sosial. Jurnal Pusat Studi Islam.

Aris Anwaril Muttaqin. (2025). Mapping Maqāṣid Sharia Models in Islamic Economics: A Scoping Review of Literature (2018–2022). El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business, 15(1).

Aziz, M. (2025). Integrating Islamic Social Finance and Sustainable Development : A Critical Analysis of Sahal Mahfudh ’ s Zakat Paradigm. 7(1), 1–23.

Bilo, Charlotte, and A. S. (2023). Faith-Based Organizations and Social Protection in Muslim Societies: Evidence from Indonesia. World Development, 162.

Dedi Mardianto. (2025). Maqashid Sharia as a Pillar of Inclusive Development: Moderation in Economic Growth Towards Poverty. Maliki Islamic Economics Journal, 5(2).

Diinu Tsabitul Azmi, S. N. A. (2025a). Character Formation Model in Islamic Education: A Comparative Study of Hamka’s and Said Nursi’s Concept of Tazkiyatun Nafs. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 5(1).

Diinu Tsabitul Azmi, S. N. A. (2025b). Character Formation Model in Islamic Education: A Comparative Study of Hamka’s and Said Nursi’s Concept of Tazkiyatun Nafs. Indonesian Journal of Interdisciplinary Islamic Studies, 8(2).

George Harold Trudeau. (2024). Defining Poverty in Liberation Theology: Poverty as Religio-Historical Realidad. International Journal of Philosophy, 12(1), 8–15.

Khan, F., & Haneef, M. A. (2022). Religious Responses To Sustainable Development Goals: an Islamic Perspective. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 8(2), 161–179. https://doi.org/10.21098/jimf.v8i2.1453

Khusnadin Hafidz Muhammad. (2024). Al-Ghazali’s Concept of Tazkiyatun Nafs as a Method in Moral Education. Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam, 9(2).

Lukman Hakim. (2025). Revitalizing the Role of Religion in Poverty Alleviation: A Critical Analysis of Gustavo Gutierrez’s Liberation Theology. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 15(1).

Maulana Afnandito. (2025). From Maqāṣid Shariah to Policy: An Epistemological Framework for Ethical, Holistic, and Sustainable Islamic Economic Development. El-Qish: Journal of Islamic Economics, 5(2).

Mohamed, Hisham, and M. A. (2022). Spiritual Capital and Islamic Social Finance for Poverty Alleviation. Journal of International Development, 34(5), 1218–1235.

Mohd Zaid Mustafar. (2025). A General Bibliometric and Conceptual Structure Approach to Global Trend on Poverty Research in Islam Using Biblioshiny. Millah: Journal of Religious Studies, 24(2).

Nussbaum, M. (2020). Creating Capabilities: The Human Development Approach.

Qomarudin, M. (2025). Islam And Economy : Integrating Spirituality And Welfare. Ekombis Review: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 14(1), 33–40.

Sen, A. (2020). Development as Freedom. Oxford: Oxford University Press.

Uddin, Md. Nazmul, and M. K. H. (2023). Zakat and Poverty Alleviation: Evidence from Islamic Social Finance. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 16(1), 78–96.

Zamzami Syandana, N. Z. (2025). Epistemology and Methodology of Islamic Studies in Contemporary Research: A Systematic Literature Review. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 6(1).

Unduhan

Diterbitkan

01-06-2026

Cara Mengutip

Andalusiah, L., Kharimatul Aulia, E., Nur Zahila, B., & Siswanto, A. H. (2026). Tauhid Emansipatoris dan Tazkiyatun Nafs Transformatif sebagai paradigma teologis pembebasan: Rekonstruksi konseptual masyarakat tanpa kemiskinan. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 356–369. https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.441