Amtsal Al-Qur’an sebagai metode komunikasi wahyu dan pendidikan Islam: Perspektif ulumul Qur’an
DOI:
https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.397Kata Kunci:
Amtsal, Perumpamaan, Al-Qur’an, Pendidikan, KomunikasiAbstrak
Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum dan pedoman akidah, tetapi juga sarat dengan nilai pendidikan dan metode komunikasi yang efektif. Salah satu metode penyampaian pesan adalah penggunaan amsal atau perumpamaan. Kajian ini ditujukan guna mengkaji konsep amsal dalam Al-Qur’an, menjelaskan jenis-jenisnya, serta menganalisis fungsi retoris dan edukatifnya dalam konteks pembelajaran dan komunikasi wahyu. Permasalahan yang dikaji meliputi bagaimana amsal dipahami dalam perspektif Ulumul Qur’an serta relevansinya dalam kehidupan modern. Metode penelitian yang dipakai ialah kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, mencakup kajian literatur dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan dokumentasi daring terkait amsal Al-Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa amsal merupakan strategi komunikasi wahyu yang menjembatani konsep abstrak dengan gambaran konkret, memperkuat pesan akidah, membangun kesadaran moral dan spiritual, serta menyentuh dimensi intelektual dan emosional manusia. Pembagian amsal dalam Al-Qur’an meliputi amtsal musarrahah, kaminah, dan mursalah, masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi khusus. Temuan ini menegaskan bahwa amsal bukan sekadar hiasan retorika, melainkan fondasi metodologis yang relevan untuk pengembangan pendidikan Islam yang komunikatif, reflektif, dan transformatif.
Unduhan
Referensi
Abdullah, M. A. (2021). Qur’anic parables and their pedagogical implications in Islamic education. Journal of Islamic Educational Studies, 9(2), 145–160.
Ahmad, N., & Rahman, F. (2022). The concept of amtsal in the Qur’an: A rhetorical and theological analysis. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 60(1), 89–110.
Al-Qur’an al-Karim. (n.d.).
Al-Suyuti, J. (2019). Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Hidayat, T. (2020). Metode amtsal dalam Al-Qur’an dan relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 201–218.
Ismail, R. (2023). The symbolic structure of Qur’anic parables and their epistemological function. Qudus International Journal of Islamic Studies, 11(1), 55–74.
Karim, A. (2021). Worldly life in Qur’anic parables: An eschatological perspective of Surah Al-Hadid 20. Journal of Qur’anic Studies, 23(3), 77–95.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Qur’an Kemenag Online. https://quran.kemenag.go.id
Latif, M. (2022). Tauhid and metaphorical discourse in the Qur’an: An analysis of Surah Az-Zumar 29. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 12(2), 233–250.
Repository UIN Sunan Kalijaga. (2021). Metode amtsal dalam perspektif tafsir tarbawi (Master’s thesis).
Suryana, D. (2020). Analisis balaghah terhadap ayat-ayat amtsal dalam Al-Qur’an. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 21(1), 45–63.
Zainuddin, M. (2023). Educational values in Qur’anic parables: A contextual approach. International Journal of Islamic Thought, 24(1), 1–14.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nailah Ramadhani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





