Pendekatan dakwah kultural Wali Songo melalui budaya lokal dan relevansinya terhadap dakwah digital modern

Penulis

  • Endin Amrina Fahmi Universitas Jember, Indonesia.
  • Hanun Maulidia Adzro Universitas Jember, Indonesia
  • Nafisah Fanindra Putri Universitas Jember, Indonesia
  • Emma Mudtiana Bahari Universitas Jember, Indonesia
  • Aulia Paramita Bahri Universitas Jember, Indonesia
  • Erika Diah Oktavianda Universitas Jember, Indonesia
  • Reva Febriyanti Universitas Jember, Indonesia
  • Widiya Ainur Rohima Universitas Jember, Indonesia
  • Faricha Najwa A. Universitas Jember, Indonesia
  • M. Erfan Muktasim B., Universitas Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64677/ppai.v3i2.534

Kata Kunci:

Dakwah Kultural, Wali Songo, Dakwah Digital, Budaya lokal, Dakwah Digital-kultural

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan dakwah kultural Wali Songo melalui pemanfaatan budaya lokal serta mengevaluasi relevansinya terhadap praktik dakwah digital di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan perspektif historis-komparatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, prosiding, tesis, dan dokumen akademik yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mensintesis berbagai konsep yang berkaitan dengan dakwah kultural dan dakwah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah Wali Songo didukung oleh pendekatan yang persuasif, adaptif, dan akomodatif terhadap budaya lokal melalui pemanfaatan kesenian, tradisi, bahasa, dan institusi sosial sebagai media komunikasi keagamaan. Strategi akulturasi tersebut mampu membangun penerimaan masyarakat terhadap ajaran Islam secara damai tanpa menimbulkan konflik sosial yang signifikan. Di sisi lain, perkembangan dakwah digital menghadirkan berbagai tantangan, seperti homogenisasi pesan keagamaan, komodifikasi dakwah, serta pergeseran otoritas keagamaan akibat dominasi algoritma media digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dakwah kultural Wali Songo tetap relevan dalam konteks komunikasi digital karena menekankan kontekstualisasi pesan, penghargaan terhadap keragaman budaya, serta komunikasi yang inklusif dan moderat. Penelitian ini menawarkan konsep dakwah digital-kultural, yaitu model dakwah yang mengintegrasikan teknologi digital, nilai-nilai Islam, dan kearifan budaya lokal sebagai strategi komunikasi keagamaan yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat digital Indonesia

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Akram, S. F. Z., Rizki, P. K., Khoriyah, S., Maulani, M. I., Al-Ghifari, H., Priyono, D., Suyani, S., & Widodo, D. (2025). Peran dakwah digital dalam mendorong perubahan sosial di kalangan Generasi Z. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.37939

Arias Valencia, M. M. (2022). Triangulation in qualitative research. Investigación y Educación en Enfermería, 40(1), 1–7. https://doi.org/10.17533/udea.iee.v40n1e09

Ashari, M. F., Dova, M. K., & Jaya, C. K. (2024). Komunikasi dakwah kultural di era digital: Tantangan dan peluang dalam masyarakat multikultural. Journal of Da'wah Studies, 3(2), 145–160.

Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII: Akar pembaruan Islam Indonesia. Kencana.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.

Hefner, R. W. (2011). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press.

Hidayat, K. (2021). Dakwah Islam dan transformasi komunikasi digital di Indonesia. Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), 145–160.

Iskandar, H. (2023). Dakwah digital dari Gen Z untuk Gen Z: Gerakan dakwah media pesantren di era media baru. JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v3i1.1991

Jamie, K., & Rathbone, A. (2022). Conducting qualitative library-based research: Methodological considerations and best practices. Qualitative Research Journal, 22(3), 215–228.

Janis, I. (2022). Source triangulation and credibility in qualitative studies. Qualitative Inquiry, 28(5), 511–519. https://doi.org/10.1177/10778004211066166

Jumhadi, A. I., Geun, A. S., Muhibuddin, M., Nisa, F. K., & Hijjiriyah, N. A. (2024). Strategi dakwah berbasis media digital dalam meningkatkan pemahaman keagamaan Generasi Z di Indonesia. Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 6(3), 201–216. https://doi.org/10.34005/spektra.v6i3.5255

Kozinets, R. V. (2020). Netnography: The essential guide to qualitative social media research (3rd ed.). Sage Publications.

Mahfudh, M., & Susetiyo, A. (2025). Islamic da'wah of Wali Songo: Religious moderation through cultural acculturation in a pluralistic society. JASNA: Journal for Aswaja Studies, 5(2), 95–110. https://doi.org/10.34001/jasna.v5i2.8675

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Mozersky, J., Karp, C., Grady, C., & Sugarman, J. (2022). Content analysis and qualitative interpretation in social research. BMC Medical Research Methodology, 22(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12874-022-01547-4

Nisa, E. F. (2024). Digital religion and the commodification of Islamic preaching in contemporary social media environments. Journal of Contemporary Islam and Media Studies, 6(1), 55–73.

Rohmawati, H. S., Zulkifli, & Hakiem, N. (2025). Mediatization and hypermediation in digital religion: Transformation of Indonesian Muslim religious practices through social media usage. Jurnal Sosiologi Agama, 18(2), 133–150. https://doi.org/10.14421/jsa.2024.182-01

Safitri, D., & Romli, N. A. (2025). Preferensi Generasi Z dalam membentuk retorika dakwah digital di media sosial. Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 10(3), 325–344. https://doi.org/10.15575/tabligh.v10i3.49773

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif (Edisi revisi). Alfabeta.

Sunyoto, A. (2016). Atlas Wali Songo. Pustaka IIMaN.

Syarifuddin, A., & Hasanah, U. (2023). Kearifan lokal sebagai media komunikasi dakwah Islam di era digital. Jurnal Komunikasi Islam, 13(1), 45–61.

Wiesner, C. (2022). Literature review as a qualitative research method. International Journal of Qualitative Methods, 21, 1–12. https://doi.org/10.1177/16094069221085179

Yin, R. K. (2023). Case study research and applications: Design and methods (7th ed.). Sage Publications.

Unduhan

Diterbitkan

07-06-2026

Cara Mengutip

Amrina Fahmi, E., Maulidia Adzro, H., Fanindra Putri, N., Mudtiana Bahari, E., Paramita Bahri, A., Diah Oktavianda, E., … Muktasim B., M. E. (2026). Pendekatan dakwah kultural Wali Songo melalui budaya lokal dan relevansinya terhadap dakwah digital modern. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 561–572. https://doi.org/10.64677/ppai.v3i2.534