Dari doktrin ke makna: Rekonstruksi teologi Islam sebagai proyek Eksistensial - Transformatif dalam mengatasi kekosongan makna modern

Penulis

  • Qurrotul Aini Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia
  • Aura Durrotul Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia
  • Zakia Salsabila Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia
  • Ali Hasan Siswanto Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.473

Kata Kunci:

Teologi Islam, Krisis akademik, Makna eksistensial, Viktor Frankl, Teologi transformatif, Interdisipliner

Abstrak

Kajian teologi Islam kontemporer menghadapi krisis akademik yang ditandai oleh kemandekan definisional, hilangnya urgensi transformatif, dan pembacaan historis yang tidak produktif. Latar belakang masalah ini berakar pada dominasi pendekatan doktrinal-normatif yang cenderung mengabaikan dimensi eksistensial manusia modern, sehingga teologi kehilangan relevansi dalam menjawab problem makna, penderitaan, dan alienasi. Research gap terletak pada minimnya integrasi antara teologi Islam dan pendekatan psikologi eksistensial, khususnya dalam merespons fenomena existential vacuum. Penelitian ini menggunakan kerangka teoritis humanistik–eksistensial dari Viktor Frankl, yang menekankan konsep will to meaning sebagai fondasi kebermaknaan hidup manusia.

Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan filosofis-kritis dan analisis hermeneutik terhadap literatur teologi klasik dan kontemporer. Argumen utama artikel ini menyatakan bahwa krisis teologi Islam bukan semata krisis metodologis, melainkan krisis eksistensial akibat terputusnya relasi antara doktrin dan pengalaman manusia. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi teologi Islam berbasis makna (meaning-centered theology) yang bersifat eksistensial, interdisipliner, dan transformatif.

Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada formulasi paradigma baru yang mengintegrasikan teologi Islam dengan logoterapi eksistensial, sehingga menggeser orientasi teologi dari sekadar truth-claims menuju meaning-making. Pendekatan ini diharapkan mampu merevitalisasi peran teologi sebagai disiplin yang tidak hanya normatif, tetapi juga relevan dalam membangun kesadaran eksistensial dan kemanusiaan

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Armedi, Rama, Aminatul Fattachil ‘Izza, dan Mohammad Asrori. “Relevansi Tasawuf dalam Islam di Era Modern.” Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam 5, no. 1 (2025): 46–67. https://doi.org/10.58572/hkm.v5i1.148.

Fahmi, Arsyad Ali. “Integrasi Ilmu Kalam, Filsafat, dan Tasawuf Perspektif Epistemologis dalam Pemikiran Islam.” Journal of Islamic Education and Learning 4, no. 2 (2024). https://doi.org/10.63761/jiel.v4i2.110.

Farhan, Ahmad, et al. “Tasawuf as a Pedagogical Foundation.” JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy 5, no. 1 (2025).

Hafiz, Abdul, dan Syamsul Rijal. “Metodologi Keilmuan Islam: Kajian Epistemologi Terhadap Sumber Pengetahuan.” ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research 2, no. 1 (2024): 33–41. https://doi.org/10.61683/isme.vol21.2024.33-41.

Hakim, Budi Rahman, dan Herman L. Beck. “Sufistication of Social Welfare Policies in Contemporary Indonesia: Recalibrating Policy Ethics through Tasawuf-based Values.” Jurnal Ilmu Sosial Indonesia 6, no. 2 (2025): 16–27. https://doi.org/10.15408/jisi.v6i2.50028.

Hidayati, Zuhriyyah, et al. “Pemetaan Kajian Tasawuf: Suatu Pendekatan Bibliometrik.” Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam 9, no. 1 (2025): 1–26. https://doi.org/10.21111/tasfiyah.v9i1.13320.

Lone, Niyaz Ahmad. “The Role and Significance of Taṣawwuf in Modern-Day Crisis.” Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism 11, no. 1 (2022): 83–102.

Masitho, Mudzalifah Sri Dewi, dan Nailatin Fauziyah. “The Relevance of Modern Sufism in Confronting the Phenomenon of Dehumanization Caused by the Modern Lifestyle.” Spiritual Healing: Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi 6, no. 1 (2025).

Mawadati, Solikhah, dan M. Yunus Abu Bakar. “Perspektif Filsafat Ilmu Tasawuf: Studi Tentang Epistemologi, Ontologi dan Aksiologi.” QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora 3, no. 1 (2024). https://doi.org/10.61104/jq.v3i1.739.

Muvid, Muhamad Basyrul. “Aktualisasi Zikir Tasawuf sebagai Metode Pendidikan Spiritual, Moral dan Sosial bagi Masyarakat Postmodern.” Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat 22, no. 2 (2023): 303–322.

Mulyawati, Shintia, et al. “Analytical Review: The Dynamics of Islamic Theology from the Khawarij to Inclusive Theology.” Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman 5, no. 3 (2025): 590–601. https://doi.org/10.55883/jipkis.v5i3.186.

Mursalat, Mursalat. “Reviving the Legacy of Classical Islamic Scholars in the Digital Era: A Study on Ulil Abshar Abdalla’s Ngaji Tasawuf Online.” DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies 10, no. 1 (2025).

Nurjamilah, Siti, Rosid Bahar, dan Salman Alfarisi. “The Conceptual Foundation of Spiritual Well-Being: Psychology and Sufism.” Spiritual Healing: Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi 5, no. 2 (2024).

Rodi, Agisni, et al. “Restatement of Contemporary Sufi Epistemology: The Case of Badiuzzaman Said Nursi.” Islam Transformatif: Journal of Islamic Studies 7, no. 1 (2023).

Samuji. “Tasawuf, Kalam Science and Islamic Philosophy.” Jurnal Paradigma 15, no. 1 (2023): 12–20.

Sholikha, Dina Wilda, Wilda Nayla Syahidah, dan Najih Anwar. “Metodologi Studi Islam: Tinjauan Filosofis, Sejarah, dan Teologis dalam Pencarian Kebenaran Keagamaan.” Jurnal Pendidikan Tambusai 7, no. 3 (2023). https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.10894.

Syafaq, Hammis, et al. “Reconstructing Islamic Epistemology: Bridging Metaphysics, Reason, and Revelation.” Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam 14, no. 2 (2024): 240–269.

Yuhanida, Yuyun, et al. “Epistemology of Sufism in Sufi Interpretation.” QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies 3, no. 2 (2024): 216–233.

Unduhan

Diterbitkan

01-06-2026

Cara Mengutip

Aini, Q., Durrotul, A., Salsabila, Z., & Siswanto, A. H. (2026). Dari doktrin ke makna: Rekonstruksi teologi Islam sebagai proyek Eksistensial - Transformatif dalam mengatasi kekosongan makna modern. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 403–415. https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.473