Pendekatan dakwah kultural Wali Songo melalui budaya lokal dan relevansinya terhadap dakwah digital modern
DOI:
https://doi.org/10.64677/ppai.v3i2.534Kata Kunci:
Dakwah Kultural, Wali Songo, Dakwah Digital, Budaya lokal, Dakwah Digital-kulturalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan dakwah kultural Wali Songo melalui pemanfaatan budaya lokal serta mengevaluasi relevansinya terhadap praktik dakwah digital di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan perspektif historis-komparatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, prosiding, tesis, dan dokumen akademik yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mensintesis berbagai konsep yang berkaitan dengan dakwah kultural dan dakwah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah Wali Songo didukung oleh pendekatan yang persuasif, adaptif, dan akomodatif terhadap budaya lokal melalui pemanfaatan kesenian, tradisi, bahasa, dan institusi sosial sebagai media komunikasi keagamaan. Strategi akulturasi tersebut mampu membangun penerimaan masyarakat terhadap ajaran Islam secara damai tanpa menimbulkan konflik sosial yang signifikan. Di sisi lain, perkembangan dakwah digital menghadirkan berbagai tantangan, seperti homogenisasi pesan keagamaan, komodifikasi dakwah, serta pergeseran otoritas keagamaan akibat dominasi algoritma media digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dakwah kultural Wali Songo tetap relevan dalam konteks komunikasi digital karena menekankan kontekstualisasi pesan, penghargaan terhadap keragaman budaya, serta komunikasi yang inklusif dan moderat. Penelitian ini menawarkan konsep dakwah digital-kultural, yaitu model dakwah yang mengintegrasikan teknologi digital, nilai-nilai Islam, dan kearifan budaya lokal sebagai strategi komunikasi keagamaan yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan di tengah masyarakat digital Indonesia
Unduhan
Referensi
Akram, S. F. Z., Rizki, P. K., Khoriyah, S., Maulani, M. I., Al-Ghifari, H., Priyono, D., Suyani, S., & Widodo, D. (2025). Peran dakwah digital dalam mendorong perubahan sosial di kalangan Generasi Z. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.37939
Arias Valencia, M. M. (2022). Triangulation in qualitative research. Investigación y Educación en Enfermería, 40(1), 1–7. https://doi.org/10.17533/udea.iee.v40n1e09
Ashari, M. F., Dova, M. K., & Jaya, C. K. (2024). Komunikasi dakwah kultural di era digital: Tantangan dan peluang dalam masyarakat multikultural. Journal of Da'wah Studies, 3(2), 145–160.
Azra, A. (2013). Jaringan ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII: Akar pembaruan Islam Indonesia. Kencana.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.
Hefner, R. W. (2011). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press.
Hidayat, K. (2021). Dakwah Islam dan transformasi komunikasi digital di Indonesia. Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), 145–160.
Iskandar, H. (2023). Dakwah digital dari Gen Z untuk Gen Z: Gerakan dakwah media pesantren di era media baru. JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.30739/jdariscomb.v3i1.1991
Jamie, K., & Rathbone, A. (2022). Conducting qualitative library-based research: Methodological considerations and best practices. Qualitative Research Journal, 22(3), 215–228.
Janis, I. (2022). Source triangulation and credibility in qualitative studies. Qualitative Inquiry, 28(5), 511–519. https://doi.org/10.1177/10778004211066166
Jumhadi, A. I., Geun, A. S., Muhibuddin, M., Nisa, F. K., & Hijjiriyah, N. A. (2024). Strategi dakwah berbasis media digital dalam meningkatkan pemahaman keagamaan Generasi Z di Indonesia. Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 6(3), 201–216. https://doi.org/10.34005/spektra.v6i3.5255
Kozinets, R. V. (2020). Netnography: The essential guide to qualitative social media research (3rd ed.). Sage Publications.
Mahfudh, M., & Susetiyo, A. (2025). Islamic da'wah of Wali Songo: Religious moderation through cultural acculturation in a pluralistic society. JASNA: Journal for Aswaja Studies, 5(2), 95–110. https://doi.org/10.34001/jasna.v5i2.8675
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Mozersky, J., Karp, C., Grady, C., & Sugarman, J. (2022). Content analysis and qualitative interpretation in social research. BMC Medical Research Methodology, 22(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12874-022-01547-4
Nisa, E. F. (2024). Digital religion and the commodification of Islamic preaching in contemporary social media environments. Journal of Contemporary Islam and Media Studies, 6(1), 55–73.
Rohmawati, H. S., Zulkifli, & Hakiem, N. (2025). Mediatization and hypermediation in digital religion: Transformation of Indonesian Muslim religious practices through social media usage. Jurnal Sosiologi Agama, 18(2), 133–150. https://doi.org/10.14421/jsa.2024.182-01
Safitri, D., & Romli, N. A. (2025). Preferensi Generasi Z dalam membentuk retorika dakwah digital di media sosial. Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 10(3), 325–344. https://doi.org/10.15575/tabligh.v10i3.49773
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif (Edisi revisi). Alfabeta.
Sunyoto, A. (2016). Atlas Wali Songo. Pustaka IIMaN.
Syarifuddin, A., & Hasanah, U. (2023). Kearifan lokal sebagai media komunikasi dakwah Islam di era digital. Jurnal Komunikasi Islam, 13(1), 45–61.
Wiesner, C. (2022). Literature review as a qualitative research method. International Journal of Qualitative Methods, 21, 1–12. https://doi.org/10.1177/16094069221085179
Yin, R. K. (2023). Case study research and applications: Design and methods (7th ed.). Sage Publications.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Endin Amrina Fahmi, Hanun Maulidia Adzro, Nafisah Fanindra Putri, Emma Mudtiana Bahari, Aulia Paramita Bahri, Erika Diah Oktavianda, Reva Febriyanti, Widiya Ainur Rohima, Faricha Najwa A., M. Erfan Muktasim B.,

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





