Analisis diskriminasi sosial terhadap orang dengan gangguan mental dalam komunitas Muslim di Indonesia: Perspektif keagamaan dan kultural
DOI:
https://doi.org/10.64677/ppai.v2i2.237Kata Kunci:
Budaya, Diskriminasi sosial, Gangguan mental, Islam, StigmaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor diskriminasi sosial terhadap orang dengan gangguan mental (ODGM) dalam komunitas Muslim di Indonesia dari perspektif keagamaan dan kultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi sosial terhadap ODGM muncul dari interaksi kompleks antara tafsir keagamaan yang sempit dan budaya malu yang mengakar dalam masyarakat. Pandangan keagamaan yang menekankan kesucian tempat ibadah serta norma sosial tentang “kewarasan” menyebabkan ODGM sering dikucilkan dari aktivitas keagamaan dan sosial. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya komunitas Muslim yang mulai mengintegrasikan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dengan literasi kesehatan mental dalam pendidikan dan dakwah, yang terbukti mampu menurunkan stigma dan meningkatkan penerimaan sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai keagamaan, psikologi, dan budaya dalam mengembangkan praksis pendidikan Islam yang inklusif dan berkeadilan.
Unduhan
Referensi
Aisyah, N. (2022). Islamic Cultural Perspectives on Mental Illness Stigma in Indonesia. Journal of Islamic Studies and Psychology, 4(2), 122–139. https://doi.org/10.24042/jisp.v4i2.11724
Azizah, R., & Hamid, S. (2023). The Role of Faith and Community in Reducing Mental Health Stigma among Muslims. International Journal of Islamic Psychology, 7(1), 33–49. https://doi.org/10.24042/ijip.v7i1.16284
Fauzi, M., & Rahman, A. (2022). Integrating Islamic Psychology and Mental Health Education in Muslim Societies. Indonesian Journal of Islamic Psychology, 4(2), 145–158. https://doi.org/10.24042/ijip.v4i2.11803
Fitriani, L. (2022). Social Exclusion and Mental Health in Indonesian Muslim Communities: A Cultural Perspective. Asian Journal of Social Science Research, 6(3), 200–216. https://doi.org/10.47266/ajssr.v6i3.1221
Hasanah, N. (2021). Stigma dan Diskriminasi terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa di Komunitas Muslim. Jurnal Psikologi Islam dan Budaya, 3(1), 25–40. https://doi.org/10.15575/jpib.v3i1.10124
Hidayat, R. (2023). Religious Literacy and Mental Health Awareness among Indonesian Muslims. Indonesian Journal of Islamic Studies, 6(2), 210–226. https://doi.org/10.24235/ijis.v6i2.18472
Mahfudz, M., & Yusran, R. (2020). Islamic Values and Cultural Sensitivity in Mental Health Intervention. Indonesian Journal of Religion and Health Studies, 3(1), 14–30. https://doi.org/10.34005/ijrhs.v3i1.1169
Rohman, F., & Fadhilah, I. (2022). The Role of Islamic Leaders in Reducing Mental Health Stigma. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 6(2), 87–103. https://doi.org/10.18326/jisa.v6i2.87-103
Suryana, A. (2023). Islam dan Kesehatan Mental: Pendekatan Spiritualitas dalam Terapi Modern. Bandung: Alfabeta.
Syukur, A. (2024). Budaya Malu dan Stigma Sosial dalam Perspektif Islam. Jurnal KebudayaandanAgama,8(1),55–70. https://doi.org/10.32505/jka.v8i1.20475
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Mulia Sopiandi Harahap, Indra Mulhim Hidayat, Panigoran Rangkuty, Nurul Zaman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
