Pembelajaran PAI berbasis integratif inklusif untuk menumbuhkan sikap moderasi beragama

Penulis

  • Tri Hidayatul Septiana Universitas Islam Negeri Profesor K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Muhammad Misbah Universitas Islam Negeri Profesor K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.506

Kata Kunci:

Pembelajaran PAI, Integratif Inklusif, Moderasi Beragama, Pendidikan Islam, Toleransi, Era Digital.

Abstrak

Perkembangan teknologi digital dan globalisasi telah mengubah cara generasi muda mengakses, memahami, dan mengamalkan ajaran agama. Meskipun ketersediaan sumber-sumber keagamaan berbasis digital membuka peluang yang lebih luas bagi proses pembelajaran, kondisi ini juga menghadirkan tantangan berupa intoleransi, polarisasi ideologis, dan penyebaran narasi keagamaan yang ekstrem. Dalam konteks tersebut, penguatan moderasi beragama melalui pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), menjadi semakin relevan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pembelajaran PAI berbasis integratif inklusif terhadap pengembangan sikap moderasi beragama peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap berbagai sumber ilmiah yang meliputi buku akademik, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis integratif inklusif mendukung penguatan nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, keadilan, keseimbangan, keterbukaan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pendekatan ini juga berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kesadaran sosial peserta didik dalam merespons kompleksitas masyarakat multikultural. Selain itu, proses pembelajaran yang kontekstual, dialogis, dan humanis mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami ajaran Islam secara normatif, tetapi juga mengaktualisasikan nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran PAI berbasis integratif inklusif merupakan kerangka pedagogis yang relevan untuk memperkuat moderasi beragama dan mempersiapkan peserta didik agar mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam lingkungan sosial yang plural.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Baehaqi, F., & Misbah, M. (2025). Optimalisasi pembelajaran agama Islam integratif inklusif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 1347–1354. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.590

Bingham, A. J. (2023). From data management to actionable findings: A five-phase process of qualitative data analysis. International Journal of Qualitative Methods, 22, 1–11. https://doi.org/10.1177/16094069231183620

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Hakim, L., & Haris, A. (2024). Pendidikan agama Islam (PAI) multikultural perspektif pembelajaran integratif. TA’LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 7(1), 117–136. https://doi.org/10.52166/talim.v7i1.5113

Ibrahim, R. (2013). Pendidikan multikultural: Pengertian, prinsip, dan relevansinya dengan tujuan pendidikan Islam. ADDIN, 7(1), 129–154.

Ikhwan, Z., & Fitriani, W. (2025). Peran guru PAI dalam pendidikan inklusif di sekolah umum. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(2), 1195–1201. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i2.6739

Nur, I., Juba, H., & Sudirman. (2023). Moderasi beragama dalam bingkai kearifan lokal: Praktik moderasi beragama masyarakat adat Pulau Misool Papua Barat Daya. Dialektika, 16(1), 88–104. https://doi.org/10.33477/da.v16i1.5261

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.

Rhodiyah, D., & Khoiriyah. (2026). Tantangan dan strategi guru PAI dalam mewujudkan kelas inklusif di MTs Zainul Ishlah Kota Probolinggo. Dar El Ilmi: Jurnal Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora, 12(2), 83–94. https://doi.org/10.52166/darelilmi.v12i2.11199

Sale, J. E. M. (2022). The role of analytic direction in qualitative research. BMC Medical Research Methodology, 22(66), 1–8. https://doi.org/10.1186/s12874-022-01546-4

Sari, B. W., & Surana, D. (2022). Model pembelajaran integratif untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam di masa pandemi Covid-19. Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI), 2(1), 65–71.

Schlunegger, M. C., Zumstein-Shaha, M., & Palm, R. (2024). Methodologic and data-analysis triangulation in case studies: A scoping review. Western Journal of Nursing Research, 46(8), 1–15. https://doi.org/10.1177/01939459241263011

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Suraiya. (2022). Penerapan problem based learning dalam pendidikan agama Islam. Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 12(4). https://doi.org/10.22373/jm.v12i4.17211

Vivek, R., et al. (2023). Beyond methods: Theoretical underpinnings of triangulation in qualitative and multi-method studies. SEEU Review, 18(2), 105–122. https://doi.org/10.2478/seeur-2023-0088

Yadav, D. (2022). Criteria for good qualitative research: A comprehensive review. The Asia-Pacific Education Researcher, 31(6), 679–689. https://doi.org/10.1007/s40299-021-00619-0

Yusuf, Y. S., & Ali, N. (2025). Strategi pembelajaran integratif di pesantren dengan menggabungkan tradisi dan modernitas. Journal of Islamic Education Studies (JIES), 3(2), 173–180. https://doi.org/10.58569/jies.v3i2.1164

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

01-06-2026

Cara Mengutip

Septiana, T. H., & Misbah , M. (2026). Pembelajaran PAI berbasis integratif inklusif untuk menumbuhkan sikap moderasi beragama. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 508–517. https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.506