Tauhid Emansipatoris sebagai Rekonstruksi Epistemologi Tazkiyatun Nafs: Dari Asketisme Individual menuju Paradigma Transformatif ilmu dan pembebasan sosial

Penulis

  • The End Tri Hasnawati Favorita Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia
  • Anandita Eka Islamadina Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia
  • Azizah Tuz Zahra Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia
  • Ali Hasan Siswanto Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.431

Kata Kunci:

Tazkiyatun nafs, Emancipatory tauhid, Islamic epistemology, Spirituality, Scientific paradigm, Social liberation, Spirituality

Abstrak

Krisis multidimensional manusia modern yang ditandai oleh dehumanisasi, fragmentasi spiritual, dan dominasi paradigma sekular telah memperlemah relasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai transendental. Dalam konteks ini, tazkiyatun nafs masih cenderung dipahami secara reduksionistik sebagai praktik asketisme individual, sehingga gagal merespons problem struktural dan krisis sosial kontemporer. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada belum adanya formulasi epistemologi tazkiyatun nafs yang integratif dan transformatif dengan menjadikan tauhid sebagai basis emansipasi ilmiah dan sosial.

Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi tazkiyatun nafs melalui pendekatan teoritis tauhid emansipatoris yang memadukan dimensi teologis, filosofis, dan sosial-kritis. Pendekatan ini memosisikan tauhid tidak hanya sebagai doktrin normatif, tetapi sebagai prinsip ontologis dan aksiologis pembebasan manusia dari berbagai bentuk dominasi non-ilahiah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-konseptual dengan analisis filosofis-kritis dan pendekatan hermeneutik terhadap literatur klasik tasawuf serta pemikiran kontemporer.

Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa tazkiyatun nafs perlu direkonstruksi dari orientasi self-purification menuju paradigma transformatif yang mengintegrasikan penyucian diri dengan perubahan sosial. Dengan demikian, tauhid emansipatoris berfungsi sebagai fondasi epistemologis bagi pengembangan ilmu yang holistik dan berorientasi pada pembebasan manusia.

Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada tawaran paradigma baru dalam Studi Islam yang menghubungkan spiritualitas, rasionalitas, dan praksis sosial secara integratif, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan model manusia transformatif dalam kerangka keilmuan Islam kontemporer.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adlina, A. U., Rahman, Z. A., Sakdullah, M., Aisyah, D., & Al Amin, F. R. (2023). Tazkiyat Al-Nafs as Resilience Strategy to Deal with the Post-Pandemic Recession among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) Actors. Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism, 12(1), 41–60. https://doi.org/10.21580/tos.v12i1.14437

Abdurrahman. “Spiritual Purification in Islam: Tazkiyatun Nafs and the Practice of Amali Sufism.” Islamic Educational Development Journal 1, no. 1 (2026). https://ejournal.alqolam.ac.id/index.php/IEDJ/article/view/2460

Agustono, I., Ihsan, N. H., & Musthofa, F. H. (2024). The Relevance of Abu Bakar Atjeh’s Concept of Tazkiyah al-Nafs in Addressing Mental Health Issues. DINIKA : Academic Journal of Islamic Studies, 9(2), 133–150. https://doi.org/10.22515/dinika.v9i2.9421

Anbiya, A. Z. (2023a). Tazkiyatun Nafs dalam Mengembalikan Fitrah Manusia Modern. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 7(1), 133–148. https://doi.org/10.29240/jbk.v7i1.5130

Anbiya, A. Z. (2023b). Tazkiyatun Nafs dalam Mengembalikan Fitrah Manusia Modern. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 7(1), 133–148. https://doi.org/10.29240/jbk.v7i1.5130

Khusnadin, M. H., & Shihab, M. F. (2025). Al-Ghazali’s Concept of Tazkiyatun Nafs as a Method in Moral Education. Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam, 9(2), 151–163. https://doi.org/10.24235/oasis.v9i2.19732

Masela, A. P., Batubara, J., Deliani, N., Rivauzi, A., & Nafsan. (2025). Menjaga Kesehetan Mental Melalui Tasawuf. Spiritual Healing: Jurnal Tasawuf dan Psikoterapi, 6(2), 281–288. https://doi.org/10.19109/sh.v2i6.20575

Mudâ€TMis, H. (2023). Enhancing Intuition through Tazkiyatun Nafs: A Pathway to Preventing Unethical Conduct. International Journal of Nusantara Islam, 11(1), 47–56. https://doi.org/10.15575/ijni.v11i1.26222

Syafruddin, S. (2025). The Convergence of Neuroscience and the Concept of “Tazkiyatun Nafs” in the Perspective of Islamic Education: A Systematic Literature Review for the Development of Affective Learning Models. Jurnal Moderasi Pendidikan Agama, 1(1), 1–8.

Unduhan

Diterbitkan

01-06-2026

Cara Mengutip

Hasnawati Favorita, T. E. T., Eka Islamadina, A., Tuz Zahra, A., & Hasan Siswanto, A. H. (2026). Tauhid Emansipatoris sebagai Rekonstruksi Epistemologi Tazkiyatun Nafs: Dari Asketisme Individual menuju Paradigma Transformatif ilmu dan pembebasan sosial. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 300–310. https://doi.org/10.64677/ppai.v3i1.431