Epistemologi Qalbun Salim: Strategi dan Pendekatan Quran Tarbawi Melawan Dehumanisasi Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.64677/ppai.v2i2.176Kata Kunci:
Qalbun Salim, Dehumanisasi Pendidikan, Quran TarbawiAbstrak
Penelitian ini berupaya membangun sebuah kerangka epistemologi berbasis konsep Qalbun Salim sebagai strategi Quran Tarbawi untuk melawan dehumanisasi pendidikan. Melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini melakukan analisis mendalam terhadap sumber-sumber primer Al-Qur'an dan kitab tafsir sekunder yaitu Tafsir Ibn Katsir dan Tafsir Al-Azhar. Temuan inti penelitian menyimpulkan bahwa akar krisis dehumanisasi dalam pendidikan modern bersumber pada kegagalan epistemologis, yaitu pemisahan dimensi intelektual dari dimensi spiritual dan moral. Berdasarkan analisis, penelitian ini berhasil mengkonstruksi pemahaman bahwa Qalbun Salim bukan sekadar konsep moral-spiritual, melainkan sebuah organ epistemologis yang memiliki kapasitas kognitif untuk memahami kebenaran yang holistik. Qalb yang selamat berfungsi sebagai pusat pengetahuan integratif yang memadukan observasi empiris, penalaran logis, dan intuisi spiritual dalam satu kesatuan proses kognitif. Strategi Quran Tarbawi yang efektif untuk melawan dehumanisasi terletak pada integrasi tiga proses fundamental: tilawah (pembacaan ayat-ayat Allah), tazkiyah (penyucian qalb), dan ta'lim (transfer pengetahuan). Akhirnya, penelitian ini menegaskan bahwa epistemologi Qalbun Salim merupakan kebutuhan mendesak untuk merespons krisis kemanusiaan dalam pendidikan kontemporer, sehingga pendidikan dapat kembali menjadi media untuk memanusiakan manusia dan mengantarkan peserta didik menuju kesempurnaan insaniyahnya.
Unduhan
Referensi
Agustinova, D. E. (2020). Urgensi Humanisme dalam Pendidikan Abad ke-21. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 17(2), 173–188.
Al-Sheikh, dr. A. bin M. bin A. bin I. (2004). Tafsir Ibnu Katsir & Terjemahan (Cetakan IV). Surabaya: Pustaka Imam asy-Syafi’ i.
Amrullah, A. M. K. (1982). Tafsir Al Azhar. Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD Singapura.
Bruno-jofr, R. (2012). IVAN ILLICH ’ S LATE CRITIQUE OF DESCHOOLING SOCIETY : ‘“ I WAS LARGELY BARKING UP THE WRONG TREE ”’ Jon Igelmo Zald ´ Since the beginning of the twenty-first century , there has been a renewed the 1970s . It is part of a search for new frames of referenc, 62(5), 573–593.
Freire, P. (2020). Pedagogy of the oppressed. The Community Performance Reader. https://doi.org/10.4324/9781003060635-5
Ika Ika, Khoirun Nisa, Ivan Ilham Riyandi, & Fani Laffanillah. (2024). Pendidikan Holistik dalam Merangkul Spiritualitas dan Pengetahuan Empiris. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 3(3), 362–369. https://doi.org/10.55606/concept.v3i3.1457
Jupri, A. R., & Sari, Z. (2022). Rehumanisasi Melalui Pendidikan Agama Menurut Perspektif Kh. Ahmad Dahlan. Rausyan Fikr : Jurnal Pemikiran Dan Pencerahan, 18(2), 67–76. https://doi.org/10.31000/rf.v18i2.6843
Martinez, D., Beck, P. V., Walters, A. L., & Francisco, N. (1993). The Sacred: Ways of Knowledge, Sources of Life. Wicazo Sa Review, 9(1), 56. https://doi.org/10.2307/1409260
Mujib, A. (2015). Pendekatan Fenomenologi Dalam Studi Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 6(November), 167–183.
Naquib, S. M. (n.d.). T e i /.
QS. Al-Baqarah/2 : 151. (n.d.).
QS. Al-Hajj/22 : 46. (n.d.).
QS. Ar-Ra’d/13 : 28. (n.d.).
QS. Asy-Syuara/26 : 88-89. (n.d.).
Rozi, F., & Mukhtar, F. (2024). Peran Qalb dan Fu’ad dalam Pendidikan Islam Menurut Al-Ghazali. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(3), 1611–1616. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i3.2361
Thaha, A. (2023). Problematika Pendidikan Agama Islam di Era Disrupsi perspektif Epistemologi. Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 70–87. https://doi.org/10.61094/arrusyd.2830-2281.58
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Azmi Izuddin, Mochamad Ramadhan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
